Kita semua tahu bahwa jika ingin memiliki kulit bercahaya
dan sempurna. Namun, zamn sekarang sepertinya sulit untuk memiliki kulit yang
indah seperti para diva. Hal ini karena masalah polusi lingkungan, serta
makanan yang tidak sehat. Wanita yang paling banyak terlihat berinvestasi untuk
produk kecantikan, agar memiliki kulit yang bebas jerawat, untuk merubah warna
kulit, dan menghilangkan kerutan halus. Namun sayangnya banyak diantara mereka
yang tidak memperoleh manfaat apa-apa. Sangat penting untuk dicatat bahwa
banyak produk kosmetik yang justru dapat merusak kulit, hal ini karena
kandungan kimianya yang diluar standar keamanan.
Baca :
Cobalah untuk menggunakan
bahan-bahan alami untuk memulihkan kulit yang rusak, sekaligus untuk memberikan
kulit bercahaya dan terlihat awet muda. Dengan demikian maka anda akan bisa
membuat sendiri awet muda. Dengan demikian maka anda bisa emmbuat sendiri face
pack alami sendiri dirumah dengan menggunakan madu. Hal ini sangat efektif,
tidak memiliki efek samping, dan memiliki banyak manfaat bagi kecantikan. Perlu
diketahui bahwa madu adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam
berbagai macam produk perawatan kecantikan.
Adapun manfaat madu untuk kulit adalah
Antioksidan alami yang akan melindungi kulit dari kerusakan
akibat sinar matahari dan meremajakannya.
Madu memiliki sifat pelembab yang membantu menarik air dan
mempertahankannya, sehingga menjadikannya ideal sebagai pelembab dan agen
pembersih.
Madu akan membantu pembentukan kolagen, sehingga bisa
mengobati bekas luka
Memiliki sifat anti inflamasi dan antibakteri, oleh karena
itu madu bisa membantu mengobati luka atau lecet, dan bisa mencegah proses
degeneratif pada kulit.
Nah, banyak sekali bukan manfaat yang terkandung dalam madu?
Lalu apa saja sih rahasia yang dimiliki oleh madu sehingga banyak sekali
manfaatnya? Berikut selengkapnya!
Rahasia yang Dimiliki Oleh Madu yang Belum Banyak Diketahui Orang!
Tampilan fisik madu yang satu dengan jenis lain yang berbeda,
tergantung jenis bunga, temperatur, proporsi gula spesifik untuk jenis madu. Madu
yang belum diolah adalah larutan jenuh yang mengandung gula lebih banyak
daripada kemampuan air untuk melarutkan gula tersebut. Dalam suhu kamar, madu
adalah larutan yang mengandung glukosa yang akan menjadi bentuk granule
sehingga membentuk larutan yang kental.
Titik Cair Madu
Titik cair madu adalah antara 40 hingga 50 C tergantung
komposisi madu tersebut. Dibawah temperatur ini madu akan berbentuk larutan,
proses pembentukan tergantung perbandingan jumlah kandungan fruktosa dan
glukosa dan kandungan dextrin. Dibawah 5 C maka madu tidak akan terbentuk
krisatal, sehingga tektur asli dan cita rasa madu akan dipertahankan seperti
aslinya. Sehingga kita dianjurkan menyimpan madu pada suhu kurang dari 5 C ini
yang bisa kita peroleh dalam lemari pendingin biasa.
Pengaruh Madu Terhadap Sprektum Cahaya
Kemampuan madu mempengaruhi sprektum cahaya dipergunakan
untuk menganalisa jenis dan mutu madu. Kandungan air yang berbeda-beda akan
menghasilkan indeks refraksi yang berbeda, sehingga kandungan air dalam madu
bisa dengan mudah diukur dengan alat refraktometer. Sehingga indeks refraksi
madu akan berkisar antara 1.504 pada kelembaban udara 13% menuju ke 1.474 pada
kelembaban udara 25%.
Madu juga mempunyai efek polarisasi cahaya, gulla fruktosa
akan memberikan rotasi negatif sedangkan glukosa akan memberikan hasil rotasi
yang positif. Sehingga keseluruhan hasil rotasi cahaya ini dapat dipakai untuk
mengukur komposisi kandungan gula fruktosa dan gula dari suatu larutan madu.
Kemampuan Hygroskopik Madu
Satu hal lagi yang tidak kita ketahui adalah kemampuan madu
menyerap air dari udara, seperti halnya garam yang memiliki kemmapuan menyerap
kandungan air dari uadara, ini yang disebut kemampuan hygroskopis. Jumlah air
yang diserap oleh larutan madu sangat tergantung dari kelembaban udara
sekitarnya. Untuk menjaga mutu, maka madu harus disimpan dala tempat yang
tertutup rapat untuk mencegah efek hygroskopik dan peragian madu.
Efek Karamelisasi Madu
Seperti kandungan gula yang lain, bila dipanaskan madu akan
mengalami efek karamelisasi karena fruktosa, sedangkan warna coklat yang
terbentuk karena kandungan protein melanoidins. Namun efek karamelisasi madu
ini juga bisa terjadi pada suhu kamar, pada madu yang kita simpan dalam suhu
kamar, maka lama kelamaan menjadi berwarna lebih gelap akibat efek karamelisasi
ini, sehingga warna madu yang kita simpan menjadi tidak menarik lagi. Untuk mencegah
dan melambatkan efek karamelisasi, maka madu harus disimpan oada suhu rendah
seperti dibawah 5 C.
Pengaruh Suhu Pada Saat Mencairkan Kristal Madu
Tidak seperti larutan lain, madu bukan penghantar panas yang
baik, sehingga untuk melarutkan madu yang tekah membentuk kristal diperlukan
waktu yang lebih banyak, misalnya untuk mencairkan madu seberat 20 kg pada suhu
40 C diperlukan waktu hampir 24 jam, kalau untuk 50 kg kristal madu maka
diperlukan waktu hampir dua kali lipatnya. Namun jika suhu dinaikkan menjadi 50
C hanya diperlukan waktu separuhnya. Hanya saja dengan suhu yang lebih tinggi
tentunya akan banyak merusak kandungan zat dan nutrient dalam madu, sehingga
selalu diusahakan pencairan madu yang mengkristal ini dengan suhu serendah
mungkin dengan waktu pemanasan yang sesingkat mungkin.
Kandungan Asam Dalam Madu
Madu mempunyai derajat keasaman atau pH antara 3,4 hingga
6,1. Madu mengandung banyak jenis asam baik yang asam organik juga dari asam
amino. Jumlah dan jenis asam ini berbeda tergantung dari jenis madunya. Sifat asam
madu ini menghambat pertumbuhan bakteri. Jenis asam organik bisa berupa asam
aromatik dan asam aliphatik (non aromatik), asam aliphatik bergabung dengan zat
lain, misalnya asam glukonate, akan mempengaruhi cita rasa madu. Madu biasanya
mengandung 18 hingga 20 jenis asam amino dalam jumlah yang sangat minimal
sehinggan hampir bisa diabaikan sekitar 0,005-0,1 % dalam komposisi madu. Kandungan
utama asam amino yaitu proline. Madu juga mengandung 0,17-1,17 % asam organik,
terutama terdiri dari asam glukonat yang terjadi reaksi enzimatik glukosa, lalu
dalam jumlah yang sedikit adalah asam formiat, asam asetat, asam buturat, asam
sitrat, asam laktat, asam maleat, asam piroglutamat, asam propionat, asam
valerat, asam kaprionat, asam palmitat, dan asam suksinat.
Nah, diatas telah kita jelaskan bagaimana rahasia yang belum
banyak diketahui orang mengenai madu. Banyak sekali bukan? Nah, setelah itu
kita akan memberikan rekomendasi produk madu yang alami yang menjadi pilihan
para wanita dalam menjaga kulitnya agar tetap halus dan sehat.
Mau sehat dan Stamina seksual anda tetap stabil dan organ
tubuh anda terjaga? Mau juga kulit halus dan sehat? Dan racun-racun dalam tubuh
anda keluar? Pilih HPAI Madu Ali Multiflora 250 gr.
HPAI Madu Asli Multiflora – 250 gr merupakan madu alami
tanpa tambahan bahan lain yang terjamin mutu dan keasliannya serta lebih
terjaga keutuhan kandungan gizinya. Diperkaya dengan mineral, enzim, protein,
serta zat antimikroba dan atibiotik yang baik untuk tubuh Anda.
Manfaat HPAI Madu Asli Multiflora – 250 gr:
Tingkat kelelahan dan pekerjaan yang menumpuk mengakibatkan
stress sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit . Dalam hal
ini para pekerja pabrik yang bekerja keras seharian penuh ( long shift ) tanpa
zat gizi yang memadai rawan terjangkiti penyakit seperti thypus , radang ,
serta infeksi bakteri lainnya maka dalam hal ini Madu adalah makanan tambahan
terbaik
Tentang HPAI Madu Asli Multiflora – 250 gr:
Herba Penawar Alwahida Indonesia, yang kemudian dikenal
sebagai HPAI, merupakan salah satu perusahaan Bisnis Halal Network di Indonesia
yang fokus pada produk-produk herbal berkualitas yang alamiah, ilmiah, dan
ilahiahnya.


Comments
Post a Comment