Ejakulasi dini seringkali dikaitkan dengan kejantann
seorang pria. Karena itu, hampir tidak ada seorang pria pu yang mau bercerita
bahwa dirinya sedang mengalami ejakulasi dini, kecuali jika ia memang sedang
serius melakukan terapi atau pengobatan bersama dokternya. Kenapa hal ini dapat
terjadi? Sebab ejakulasi dini seringkai dianggap suatu hal yang memalukan. Alasannya
karena siapa saja orang yang ingin dikatakan dirinya tidak jantan? Sering malu
dan tidak seberani diranjang ketika berhadapan dengan istrinya. Seolah-olah
memang kepuasan ranjang hanya terkait dengan kejantanan. Itu menafikan faktor
lain, seperti keharmonisan rumah tangga, komunikasi dan mencari solusi jika ada
masalah ketikpuasan diantara salah satu pasangan.
Baca Juga :
Mari kita simak beberap paparan singkat mengenai
ejakulasi dini, penyebabnya dan tips pengobatan seperti dibawah ini.
Apa Itu Ejakulasi?
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai
ejakulasi dini, ada baiknya jika kita mengupas terlebih dahulu mengenai
ejakulasi. Apa itu Ejakulasi? Dalam pengertian yang sangat mudah dalam hal
berhubungan seksual. Ejakulasi adalah keadaan dimana ditandai dengan keluarnya
cairan semen yang mengandung sperma dari suatu Mr P atau Penis. Keadaan ini
lazim disertai dengan keadaan tubuh yang disebut sebagai orgasme. Ejakulasi lazimnya
terjadi karena adanya suatu rangsangan atau stimulasi. Akibat stimulasi
tertentu ini, maka penis akan mengelami ereksi. Ereksi adalah keadaan dimana
otot-otot penis keras atau tegang karena rongga. Aliran darah di dalamnya
mengakibatkan Mr P tidak lembek (keadaan normal tanpa stimulasi). Pada intinya,
ejakulasi terjadi karena adanya ereksi dan mengeluarkan cairan sperma (lelaki)
yang biasanya dialamai bersamaan degan orgasme. Dalam hubungan intim, ejakulasi
terjadi akibat adanya rangsangan dengan lawan jenis. Namun ejakulai juga
terjadi walaupun tanpa rangsangan lawan jenis, melainkan dilakukan dengan
fantasi tertentu.
Lalu Apa Itu Ejakulasi Dini?
Untuk menyebut seseornag yang sedang mengalami
ejakulasi dini ataukah tidak, sampai sekarang dia antara para ahli memang masih
simpang siur. Artinya tidak ada ukuran yang pasti. Apakah seseorang yang
mengelami ejakulasi dalam kurun waktu tertentu itu disebut ejakulasi atau tidak
semuanya bersifat relatif. Namun demikian, para ahli tidak jarang juga membuat
ukuran-ukuran tertentu tentang ejakulasi dini agar bisa dipahami lebih mudah. Misalnya
ejakulasi dini diukur dari waktu, jadi jika ejakulasi terjadi kurang dalam
waktu 2 menit maka tu sudah bisa disebut ejakulasi dini.
Nah, adi ejakulasi dini adalah kondisi tentang
ketidakmampuan seseorang saat menahan ejakulasi, bahkan kehilangan kendali
untuk mencapai klimaks bersama dengan pasangannya. Ejakulasi tidak lagi dapat
dikendalikan dalam ukuran waktu tertentu dan terjadi dalam tempo yang relatif
cepat. Dan dampaknya adalah pasangan yang merasakan ketidaknyamanan tertentu. Itulah
ejakulasi dini. Ejakulasi dini sendiri pada umumnya diderita oleh kaum pria
(wanita juga demikian). Gejala ini ditandai suatu ketidakmampuan dalam menahan
desakan terjadinya ejakulasi ketika mendapatkan rangsangan seksual. Para ahli
mengatakan bahwa rendahnya daya tahan tubuh ini ada kaitannya dengan lemahnya
fungsi syaraf parasimpatis di satu sisi, dan di sisi lain adalah menguatnya
fungsi simpatis tubuh.
Secara umum dikemukakan bahwa masalah ejakulasi dini
merupakan momok utama pasangan (istri) terhadap suaminya. Artinya bila tidak
ditanggapi dengan serius dan diarikan jalan keluarnya, hal ini sering memicu
masalah lain yang lebih berat, misalnya keretakan rumah tangga, perselingkuhan
maupun perceraian. Dengan kata lain, tak seorang pria pun menginginkan
ejakulasi dini pada dirinya, sebaiknya tak seorang istri di dunia ini
menginginkan suaminya mengalami masalah ejakulasi dini.
Faktor Penyebab Ejakulasi Dini
Untuk mendapatkan suatu penanganan yang tepat atas
masalah ejakulasi dini, perlu diketahui terlebih dahulu apa sebenarnya penyebab
ejakulasi dini. Karena tanpa mengetahui akar persoalannya sangatlah mustahil
mendapatkan pengobatan yang tepat. Bisa-bisa penanganan yang dilakukan pun
tidak membawa dampak yang positif. Menurut berbagai sumber, pada umumnya
ejakulasi dini diakibatkan karena adanya sebuah gangguan yang bersifat
psikofisiologik. Jadi selain karena masalah anatomis, seringkali ejakulasi dini
disebabkan karena masalah psikologis.
Keadaan ejakulasi dini yang disebabkan masalah
psikis terjadi pada saat penderita tidak mampu mengendalikan ejakulasi selama
berhubungan intim. Ada masalah kecemasan dalam hubungan tersebut apakah ia
dapat bertahan untuk memberikan kepuasan kepada pasangannya atau tidak, itu
juga menjadikan seseorang berpotensi untuk mengelami ejakulasi dini. Apalagi jika
sebelumnya seseorang pernah merasakan bahwa ia tidak tahan lama dalam
berhubungan, kecemasan secara psikis juga semakin memuncak dan ujung-ujungnya
hanya akan memperparah penderitaan ejakulasi dininya.
Secara anatomis, kekurangan fungsi serotin, yakni
suatu bahan neurotransmiter yang berfungsi menghambat ejakulasi diyakini
merupakan salah satu penyebab ejakulasi dini. Selain itu, masalah lain adalah
adanya gangguan kontrol syaraf yang berfungsi untuk mengetur ejakulasi itu
sendiri. Hal ini berkaitan dengan masalah hipersensitivitas refleks dalam
ejakulasi.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi
penyebab atau pemicu ejakulasi dini seseorang. Diantaranya adalah :
Berkurangnya Jumlah Serotin
Faktor yang pertama adalah erkurangnya jumlah
serotin dalam otak dan syaraf dalam tulang belakang, di mana hal ini ternyata
akan memodulasi pergantian fungsi otak dari Mode Parasimpatis menuju Mode
Simpatis. Perlu diketahui bahwa mode simpatis inilah kendali di mana fungsi
syaraf akan mendorng proses ejakulasi. Maka akibat terjadi kurangnya serotin
secara berlebihan inilah yang memicu perubahan dopamine atau norepinefrin
menjadi adrenalin (epinefrin) dalam mode simpatis tubuh. Keadaan ini akan
mengakibatkan terjadinya perubahan suasana hati, menimbulkan kecemasan dan
stres, bahkan juga masalah hipertensi dan kelelahan.
Penipisan Otak
Keadaan penipisan otak dan penurunan tingkat
asettilkolin sinaptik bagi komunikasi syaraf, pengindraan dan fungsi pergantian
energi yang diperlukan mode parasimpatis. Hal ini juga didukung adanya
penuruanan fungsi organ seks ketika ereksi terjadi. Di sisi lain, defisiensi
dari asetilkolin ini menjadi penyebab masalah impotensi dan ereksi lemah yang
memicu terjadinya ejakulasi dini. Secara medis, hal ini akan menurunkan fungsi
hati, fungsi adrenalin dan testis yang mengakibatkan tubuh kekurangan Nitric
Oxide, DHEA, Androstenedion dan tetoteron. Seseorang yang kehilangan libido
umumya terjadi karena kurangnya hormon seks yang menyebabkan pria kehilangan
libido.
Rendahnya Hormon Dopamin
Masalah rendahnya hormon Dopamin dalam otak juga
dapat melemahkan fungsi hipofisis-testis dan fungsi tiroid. Akibatnya seseorang
akan mengalami defisiensi testoteron, kehilangan kejantanan, dan kehilangan
rasa percaya diri. Ini juga penyebab seseorang mengalami masalah ejakulasi
dini.
Adanya Abrasi Prostat
Ejakulasi dini juga terjadi karena adanya abrasi
pada saluran-saluran ejakulasi prostat dan neuromuskuler. Saat tubuh menerima
rangsangan seksual sedikit saja, maka hal ini dapat menyebbakan terjadinya
ejakulasi dini. Bahkan saat stimulasi seksual itu hanya dalam hal penglihatan,
pendengaran maupun dengan penetrasi. Hal itu mengakibatkan ukuran prostat akan
membesar dan melemahkan kekuatan sperma untuk menyemprot saat terjadi
ejakulasi. Kontrol air seni juga akan mengendur.
Terlalu Banyak Masturbasi
Bagi seseorang yang terlalu banyak melakukan
asturbasi dan onani perlu sedikit waspada. Karena aktivitas ini juga menjadi
salah satu penyebab ejakulasi dini. Penyebabnya karena dengan terlalu banyak
onani dapat mengakibatkan prostat akan menghasilkan banyak hormon testoteron. Onani
atau masturbasi yang terlalu sering akan mengakibatkan ejakulasi dini terutama
jika hal tersebut dilakukan dengan teknik tidak benar. Mengapa demikian? Sebab terlalu
sering melakukan onani atau masturbasi maka akan menyebabkan tubuh terbiasa
berada dalam kondisi simpatis, di mana kondisi itulah yang mendorong suatu
ejakulasi terjadi. Jadi akibat terlalu sering ejakulasi mengakibatkan prostat memiliki
refleks atas ejakulasi. Inilah yang mendorong ejakulasi dini lebih mudah
terjadi.
Selain masalah-masalah yang bersifat anatomis di
atas, umumnya ejakulasi dini terjadi karena problem psikis. Banyak keadaan yang
menjadi penyebab ejakulasi dini secara psikis. Gugup dan gelisah atau bahkan
karena terlalu semangat (senang) bisa potensial seseorang tidak dapat
mengendalikan ejakulasi dini. Dalam hubungan terlarang, perasaan bersalah,
takut hamil atau takut gagal dalam berhubungan juga menjadi penyebab.
Faktor penyebab ejakulasi dini dapat berasal dari
sumber fisik atau psikologis. Faktor fisik ini mengakibatkan terjadinya masalah
ejakulasi dini dikarenakan infeksi prostat, penyakit yang mempengaruhi sistem
syaraf atau lemahnya otot yang mengendalikan ejakulasi. Sedangkan faktor
psikologisnya bisa berasal dari berbagai hal psikis manusia. Misalnya nafsu
yang terlalu menggebu, ketidakmampuan mengontrol tingkat gairah dan rangsangan,
keadaan stres dan rasa takut atau cemas, adanya depresi dan problem emosi
lainnya. Ada pula rasa khawatir karena tidak dapat memuaskan pasangan, bisa
menjadi penyebab seseorang mengalami ejakulasi dini. Ada juga penyebab ejakulasi adalah kondisi
psikologis seperti gelisah dan stres. Juga karena terlalu banyak mengkonsumsi
alkohol, merokok dan narkoba.
Rahasia Tepat Para Pria Untuk Mengatasi Ejakulasi Dini
Saat
ejakulasi dini terjadi tentu tidak hanya pria yang kecewa, wanitapun juga
cenderung tidak puas dengan hubungan seksual yang dilakukan. Selain itu,
ejakulasi dini juga bisa menyebabkan berbagai macam masalah seperti tidak
terpuaskan dalam hal seksual, keharmonisan rumah tangga pun akan terganggu,
memungkinkan terjadi perselingkuhan bahkan juga perceraian dan masalah lainnya
Jika Anda
ragu dan merasa tidak suka mengkonsumsi obat kuat untuk mengatasi masalah
ejakulasi dini Anda, maka Anda bisa menggunakan Duramax. Hanya dengan
menyemprotkan Duramax saat akan berhubungan seksual, Anda akan langsung
merasakan khasiatnya. Ereksi menjadi lebih keras, penetrasi lebih dalam dengan
durasi lebih lama, dan Anda akan merasakan sensasi orgasme yang luar biasa.
Bagaimana Cara Penggunaan dari Duramax?
Karena
Duramax ini berbahan cair yang digunakan dibagian luar, maka Anda tidak perlu
khawatir untuk menggunakannya. Anda bisa dengan mudah untuk menggunakan Duramax
ini, berikut caranya:
- Pakailah Duramax tiap kali Anda akan berhubungan saja
- Kocok botol obat spray Duramax terlebih dahulu, fungsinya untuk meratakan ramuan Duramax yang mengendap.
- Semprotkan sedikit Duramax pada kepala penis, dan ratakan sampai leher penis (pertemuan antara kepala dan batang penis). Jangan ratakan ke bagian batang penis apalagi sampai ke buah pelir. Cukup seprotkan 3 kali saja, atau bisa ditambahi sesuai dengan kebutuhan.
- Rasa panas Duramax tidak langsung terasa dan akan terasa sekitar 10 menit setelah pemakaian, maka dari itu jangan tambahkan semprotan jika Anda belum merasakan panas.
- Tunggu minimal ± 45 menit. Setelah 45 menit rasa panas akan hilang. Jika masih terasa belum hilang dan Anda mau berhubungan, Anda bisa menyemprotkan air agar rasa panas cepat hilang dan siap berhubungan.
- Duramax bisa berfungsi dengan baik setelah 45 menit, namun hasil paling baik jika menunggu setelah 2 jam, dan Durevel masih bisa berfungsi sampai 12 jam.
- Penis Anda akan terasa kebas atau sedikit mati rasa dan siap bertempur dalam waktu lama.
- Tergantung seberapa banyak Anda menyemprotkan, jika semakin banyak maka ketahanan Anda akan semakin lama.
Sekarang,
saatnya untuk Anda mengatasi masalah ejakulasi dini yang selama ini Anda alami.
Bayangkan, ketika Anda menjadi pria yang gagah perkasa saat melakukan hubungan
seksual, tentunya Anda akan bangga dengan diri Anda sendiri, setelah tahu jika
istri dan pasangan Anda terpuaskan dengan layanan Anda.


Comments
Post a Comment